 | Ha Ana Dha | Jul 21, 2007 |
 Mencoba untuk menitikkan tinta hitam. pada halaman tampak tak berarti mengenang masa silam yang suram menatap masa depan penuh harap mengabadikan setiap kejadian untuk dijadikan kenangan dan juga sebagai saksi betapa kamu, dia, mereka, dan sesuatu ternyata tak luput dari fenomena. selamat membaca hasil coretan tangan ini 'n klo terbetik sesuatu dengan tulisan ini nggak usah sungkan-sungkan untuk ninggalin pesan. sumbahnuwun FSholic jg bisa ketemu di url dibawah ini http://profiles.friendster.com/rizco  Apa kabar blog kesayanganku? Masih Hidupkah dikau? :D  Semenjak saya menginjakkan kaki di bumi para Nabi ini rasanya baru kemaren kecurian. Apa gara-gara aku sempat kepikiran kayak gitu ya? Dan akhirnya kesampaian juga. Ah itu seh lelucon jawa. Terus kebetulan cocok aja. Tapi ada baiknya memang kudu ati-ati. Tawakal kayak yang diajarkan Nabi SAW. 'keledai diikat dulu baru ditinggal'. Itu baru namnya tawakal. Memang sudah jadi kebiasaan saya klo naruh duit seenaknya. Seperti kemaren, setelah selesei nukerin duit di MONEY CHANGER, duit langsung saya masukin ke dompet terus ku taruh dalam tas punggung. Baru nyadar klo ternyata dompet beserta isinya raib pas mau bayar belanjaan untuk oleholeh orang rumah. Kaget gk karuan, baru kali ini kehilangan duit sebnyak itu. Saya langsung minta maaf untuk menunda pembayaran barang-barang yang udah aku pilih. Saya bilang ke penjualnya klo aku mau ngecek dulu, kali aja dompetku tadi terjatuh. Penjualnya ternyata bisa memaklumi. Aku muter-muter ke tempat yang sempet aku lewati tapi tak ada hasil. Ya sudahlah mungkin memang bukan rizqinya. Saya pun balik lagi ke tempat penjual yang tadi. Untungnya kawnku lagi bawa duit yang lumayan banyak. Jadinya saya pinjem dulu n janjiin mau gantiin nanti klo dah di rumah. Kamipun langsung pulang. Karena emang selain udah lemes garagara kejadian itu, duit juga dah abis.
Dalam perjalanan pulang kami berdua sesekali mendiskusikan kejadian yang baru saja kualami. "Ada yang mencurigakan nggak setelah kamu nuker uang tadi?" tanya kawanku."entarentar. kayaknya tadi emang ada yng aneh" jawabku. Tadi setelah selesei nuker uang aku langsung itung duitnya di tempat itu juga. Pas aku mau keluar sesaat ada orang yang merhatikan gerak-gerikku. Orang itu langsung noleh saat aku liat terus ngisep rokoknya. Hati kecilku sebenernya udah bertanya klo ada yang mencurigakan. Tapi aku mengurungkan untuk berecerita sama temnku yang udah duluan ke luar 'sorofah' menuju halte Bus. Pelajaran 1 (: Kata hati sering kali ada benarnya, jangan dicuekin...!
Kamipun menunggu bus luamayan cukup lama. Pada saatsaat itu tidak ada yang mencurigakan. Orang-orang juga pada berdiri dengan jarak yang tidak terlalu dekat. Saya juga mondarmandir. Jadi, kemungkinan kecil kecolongan pada saat itu. Setelah menunggu beberapa saat kamipun memutuskan untuk naik kendaraan dua kali dengan tujuan yang sama. Kami pun naik tapi tidak satu kursi. Temenku di depan dan aku di bangku belakannya . Nah di sini setelah kami amati ada kejadian-kejadian yang jangggal. Pertama, Saat aku mau duduk dibangku belakang yang kosong, nggak diperbolehin sama penumpang yang ada di belakang saya. Katanya udah ada yang mau duduk di sini. Ya sudah akhirnya akupun duduk di bangku di depannya. Kedua, dalam perjalanan punggungku dua kali terasa kayak tersentuh sesuatu. Semacem ada yang jatuh ke punggungku. Ketiga, saat temenku mau turun karena menurutnya ongkos kendaraan tersebut terlalu mahal untuk jarak yang begitu dekat, tidak diperbolehin ama Ibu-ibu di sebelahnya. Nadanya pun kayak maksa gitu. Takut kehilangan mangsa kali ya?:) Keempat, ada mbakmbak yang berdiri di sebelah saya, padahal mobil itu udah nggak muat. Lagilagi maksa banget. Kelima mereka berani bayar ongkos yang lumyan mahal meski dengan jarak yng begitu dekat. Padahal biasanya kebiasaan orang Mesir klo yang namanya duit dibelabelain tengkar mesti cuman 25 pister. Tapi kali ini cuek bebek. mungkin mikirnya bentar lagi juga dapet duit yang lebih banyak. hah... Keenam, beberapa orang yang saya curigai itu turun bersamaan. Nah yang terakhir aku baru tau kalo ternyata tasku juga sobek. Saya yakin sobekaanya itu karena dibuat. Wong itu tas baru aku beli, terus sobeknya tembus ke lapisan paling dalam. Semacem kena silet gitu. Tapi emang sobekannya tidak selebar dompet yang hilang. Saya menyimpulkan, mungkin itu salah satu usaha mereka namun gagal. Selain kecurigaan tersebut emang kesalahanku naruh tas yang ada duitnya di punggung saat ramai orang. Pelajaran2 (: Taruh tas yang berisi barang berharga di depan biar bisa terkontrol.
Kejadian-kejadian mencurigakan yang baru aku sebutin tadi boleh diartikan suudzon, tapi apa salahnya klo bisa diambil pelajaran dari kejadian itu dengan lebih berahtihati lagi. Karena dengan jarak waktu yang tidak begitu lama aku telah menemukan hikmahbalik kejadian itu. Semoga tidak terulang di kemudian hari......
Teruntuk abang copet
Moga uangnya bermanfaat ya Moga enteente pade juga segera insyaf N yang terpenting do'ain ane dapet gantinya yang lebih banyak ya...!
 Ngadepin orang Mesir pasti bakal nemuin dua sifat yang sangat bertentangan. Ya, sebenernya bukan mesir aja. Dimana-mana dua hal tersebut pasti ada dan tidak mungin bisa dipungkiri. Namun yang aku rasakan, perbedaan itu sangat mencolok saat aku berhadapan dengan orang Mesir. Terkadang kita akan nemuin orang yang baik banget, terkadang pula kita akan nemuin orang mesir yang njengkelin banget. Kalau sebagian penikmat tulis menulis hal itu dikaitkan dengan asal muasal atau nenekmoyang orang Mesir sendiri. Kalau yang baik banget mungkin karena masih ada keturunan sifat Nabi Musa AS. dan kalo yang buruk banget mungkin masih ada keturunan dari sifati Raja Fir'aun. Entah diambil dari sudut pandang apa orang-orang sering menyebutnya seperti itu.Saya sepakat, tapi buatku dua hal tersebut lebih sering saya gunakan untuk sekedar perumpamaan saja, tidak lebih. Bercerita tentang aktifitasku bebrapa hari ini memang sedikit melelahkan. Kadang sampai harus berlapar-lapar hanya untuk nungguin pegawai kuliah yang hobinya mau ditunggu.:D. Aku lagi menyelesaikan pengeluaran Ijazah. Sekitar 3 bulan yang lalu aku sudah mulai untuk mengajukan proposal percepatan pengeluaran ijazah. Tapi hasilnya jauh dari perkiraan. Sepulang dari tanah suci, rencananya tinggal prepare untuk pulang kampung. Karena yang saya perkirakan, ijazah sudah ada di tangan. Namun kenyataanya justru sebaliknya. setiba aku di Mesir, Ijazah masih belum apa-apa. Akupun memulai untuk pengurusan itu. Bener-bener dari awal lagi. Hari ini. Ya hari ini. Bukan kemaren atau besok. Kalo kemaren atau besok pasti beda ceritanya. Alhamdulillah hari ini keberuntungan perpihak untukku. Entah apa yang membuat para jajaran staf administrasi kuliahku tadi berlaku ramah tak seperti biasanya. Serasa angin sepoi-sepoi yang dihembuskan oleh dedaunan iju ruyu-ruyu saat menerpa panasnya tubuh berkeringat di bawah terik matahari. Sejuk dan menyenangkan. Tiap kali aku masuk ruangan, aku disambut dengan senyum. Saat aku blum meminta, aku sudah ditawari. Saat aku minta, tanpa pikir panjang aku diantar ke mana tempat yang ingin aku tuju. Senyum khas orang Arab. "yahibibi...enta ausy eih? fi haja? ta'ala.! tahta amrok" sapa salah satu pegawai bagian pendidikan. Saat aku masuk ke ruang Dekanpun, situasinypun tak jauh beda. "Enta min ein? Andonesi?" Tanya dekan Fak. Ushuluddin dan Da'wah di kampusku itu, Sambil duduk santai di atas kursi empuk dan menebar senyum. "ayuwah" sahutku sambil sumringah. he he. Selanjutnya juga seperti itu, masih dengan nuansa ingin membantu dan ingin segera menyelesaikan apa yang aku minta. Terakhir, saat aku masuk ke ruang Dekan kembali, beliau tersenyum dan bertutur do'a semoga urusanku lekas selesei. "Tawakkal 'alallah" katanya. Berbeda ceritanya dengan beberapa hari sebelumnya. Semua serasa cuek, tak peduli saat aku bener-bener butuh bantuan beliau-beliau. Saat aku bertanya soal ijazahku, salah satu petugas menjawab "la'a yabni.lessa maujud dil waqti. sanah gai insyallah" -belum anakku, blum ada untuk saat ini.mungkin tahun depan- kira-kira artinya seperti itu.Padahal belum dicek ato diliat-liat apa sudah ada ato belum langsung jawab kayak gitu. Aku cuma bisa mengelus dada. Belum lagi aku yang harus dipontang-panting dari petugas satu ke petugas yang lainnya. Belum lagi pulang pergi Tanta-Kairo, Kairo-Tanta yang jarak tempuhnya sekitar 90 KM. Wah bener-bener melelahkan. Begitulah uniknya saat berinteraksi dengan keturuanan Fir'aun atau Musa. Selalu menemukan dua hal yang saling bertentangan. Tapi semoga keduanya bisa dipetik hikmahnya. Amien.  Semenjak aku pulang dari Saudi, aku memilih tinggal di tempatku yang dulu. Lokasinya sama tapi sekarng dilantai paling atas. Kalo di sini disebut sutuh. Sementara ini di dalamnya ada dua penghuni. Yang satu dari Jambi sedangkan yang satu lagi dari Medan. Rumahnya cukup luas, terdiri tiga kamar yang cukup luas juga, satu kamar mandi dan satu tempat masak. Semua lantainya telah dilapisi dengan karpet warna-warni. Sengaja aku memang langsung menuju rumah itu karena menurutku itu yang paling tepat. Aku sudah nggak punya hak untuk tinggal lagi di rumahku yang dulu. Karena tempat itu adalah sekretariat Persatuan Pelajar Indonesia, yang mana dulu aku sempat tinggal sementara setlah kepengurusan usai. Sementara aku kini sudah lengser dari kepengurusan. Jadi ya lebih baik cari tempat lain yang lebih netral. Sudah sekitar seminggu aku tiba dari Tanah suci. Namun belum juga membiasakan diri beraktifitas kayak biasanya. Seringkali masih terkena virus aras-arasen. Seperti halnya untuk masak, selama seminggu ini aku lum pernah sama sekali. Padahla dulunya aku rajin. Toh itu juga untuk urusan perut kita sendiri. Aku lebih memilih menahan laper ketimabang harus bersibuk-sibuk di dapur sendirian tanpa ada yang bantuin. Akhirnya untuk beberpa hari itu tak jarang cuma makan sekali dalam sehari. Sebenarnya yang menjadi masalah bukan hanya karena aku malas. Tapi lebih ke rasa kurang PD saat aku mau memulai masak. Karena tempat yang aku tinggali itu adalah pemilik rumah makan indonesia yang ada di tempat kami. Jadi rasanya was-was kalo ternyata masakanku kurang enak. Tiap hari ingin memberanikan diri tapi masih saja nggak PD. Temenku yang satunya slalu ngasih support " masak aja meski gak enak" kira-kira begitu cletuk temenku saat kita membahas masak. Akhirnya kemaren momennya sangat tepat. Hari senin dan kebetulan aku puasa, terus sampai menjelang maghrib masih juga belum ada yang masak. Aku segera ganti pakaian dan langsung menuju dapur. Dengan hati-hatinya aku memulai masak. Kumulai dari memasak nasi, terus potong-potong bumbu dan sampai menyiapkan penggorengan yang akan dipake untuk mengoreng ikan laut. Satu demi satu pun selesei. Sesekali sambil menunggu masak aku membersikan westafel dan mencuci bebrapa piring dan gelas yang masih kotor di dalamnya. Nasi pun telah masak. Aku sisihkan di tempat tersendiri. Sementara sambil menggoreng ikan, aku menumis bumbu ke wajan yang telah kusiapkan. Sore itu aku masak "Ikan laut sambal pedas manis"(penamaanku sendiri lo) he he. Singkat cerita masakan hampir siap. Sambil menunggu masaknya, aku selingi dengan menggoreng krupuk. Mantep, krupuk udang oleh-oleh dari Saudi kemaren. Alhamdulillah semua maskan telah siap sedia. Sementara Adzan Maghrib juga telah berkumandang. Saatnya menyantap hidangangan apa adanya ala maskanku yang gak jelas. Aku was-was dengan hasil masakanku itu. Jangan-jangan nggak sesuai dengan selera lidah teman-temanku. Aku tak peduli. Yang penting aku masak. Aku panggil kedua temanku untuk kuajak makan bareng-bareng. Keduanya masih asyik bergelut dengan diktat kuliah masing-masing. Karena memang saat ini adalah musim ujian. Tiada waktu tampa belajar kalo mau gak "Rosib". Kedua temenku langsung menghampiri masakan yang telah kusiapkan di meja tengah. Nasi, sayur plus krupuk. Buatku dah lebih dari cukup untuk kelas kreatifitasku. he he he Aku memulai makan, semntara kedua temenku mengikuti. Dalam batinku "alhamdulillah ternyata mereka juga ikut makan". Biar saja apa yg dirasakan dg hasil karyaku itu. Entah enak ato enggak. Aku nggak peduli. Yang penting kan aku masak. Ikut makan saja menurutku merupakah sebuah penghargaan atas jerih payahku sore itu. he he he. Besok-besok lebih kreatif lagi yo....! Kamu bisa. "Pergi ke Masjidil Haram adalah sebuah panggilan Allah". Ungkapan ini bukan sekedar isapan jempol saja. Tapi memang itu sebuah fakta yang kita tidak bisa pungkiri. Bagaimana tidak, meskipun orang yang hartanya bertumpuk-tumpuk, orang Itu belum tentu krentek untuk bisa meksanakan rukun islam yg terakhir itu. Ada juga yang hartnya dah terkumpul dan berazam untuk melaksanakannya juga ada. Namun ada saja halangan yang ditemui di depannya. Entah kondisi fisik, ataupun yang lainnya yang kurang siap. Dan masih banyak lagi kendala-kendala lain yg menyebabkan kebrangkatan tertunda. Di luar sana Justru sebaliknya. Banyak orang yang kita pikir secara akal sehat mereka tidak mampu untuk mengerjakan rukun terakhir dalam islam itu. Tapi buktinya justru sebaliknya, mereka bisa saja berangkat bahkan tanpa duit sepeserpun di tangan mereka. Inilah yang disebut panggilan untuk jadi tamu Allah. Semoga kita tergolong salah satu diantar mereka yang dapet penggilan.
Nah sekarng aku kpngen cerita soal kegiatanku untuk beberapa hari lalu mengenai persiapanku untuk menuju Saudi Arabia.
Alhamdulillah aku dan 101 mahasiswa lainnya diamanahin untuk menjadi pemandu para jam'ah haji di sono. Kami diberangkatkan dari Kairo dengan jumlah 102 orang. Sedangkan sisanya berasal dari negra Timur tengah lainnya. 102 orang itu terdiri dari para mahasiswa Pasca sarajana dan para ketua-ketua organisasi di lingkungan PPMI Mesir.
Ternyata tak semudah yang dibayangin untuk pergi ke sono. Meskipun apa2 udah dijamin tapi ada saja kendalnya. Jadi, kemren seblum t 19 oktober 2009 tu ada info bahwa kmungkinan kita akan berangkat tagl 19 tersebut. Tapi karena maslah visa yang belum clear akhirnya keberangkatanpun di cancel. Waktu itu aku dah siap2 meskipun saat itu pula kondisi kesehatanku kurang fit.
Kita menunggu lagi sampai calling visa turun. Kalo gak salah tgl 25 sore akhirnya calling visa turun juga. Itupun tak lepas dari usaha staf KBRI Kairo yang bolak-balik meminta instansi2 yg berwewenang untuk mepercepat urusan visa tu. Hati rasanya lega bgt. sms maskuk, aku diminta untuk segera merapat ke kairo untuk mempermudah koordinasi.
Tanggal 27 pagi saya langsung cabut dari Tanta ke kairo. Dianter sama temen serumah serasa sudah mau bernagkt Haji aja. Tapi aku pamitnya ke kairo aja coz keberngaktan juga belum ada kepastian. ditengah jalan, sambil mengingat2 pesen dari kawan yg harus saya tunaikan jika nanati aku tiba disana, seraya berangan-angan. "Ya Allah betapa besar rahmatMu. sedikit aja saya berdo,a dah engkau kabulkan'.
Tibalah aku di kairo setelah kurang lebih 2,5 jm perjalanan. Seperti biasa aku numpung di rumah kawan satu almamater. Malem harinya aku minta dianter ke sorofah (baca:exchange) untuk nukerin uang. Dalam perjalan pulang hpku berdering. titi tit tit tit "malem ini temus kumpul di konsuler jam 9". Btinku menanyakan. "ada hal apa ko tiba2 kumpul mendadak gini".
Setelah sampai di rumah akupun duduk sejenak sambil nunggu jam 9 malem. Sekitar jam 9.15 malem aku berangk ke Konsuler. Dan sebagian temen yang lain juga dah pada kumpul. Setelah beberapa menit Acaranyapun dimulai.
Di situ kami sangat kaget saat dikasih tau kalo kita ternyata menemui kendala lagi. Stempel faksinasi yang menjadi syarat penting masuk Saudi Arabia, rata-rata belum lengkap.Pada sapat itu pula kita seakat untuk mencari sebuah pemecahan. Dengan beberapa msukan, akhirnys kita memlih untuk faksinasi ulang dengan stempel baru. Untungnya juga, ada info yg menyebutkan klo di Cairo Airport ada tempat faksinasi yang buka 24 jam. Beberapa saat kemudian akhirnya kita yang jumlahnya 82 orang langsung meluncur ke sana. Faksinasi selesei sekitar jam 3.30 malem.uih capek bener.
siang ini agendanya panitia dan ditemani ama salah satu staf KBRI ingin menyelesaikan visa kemudian dilanjutkan dg boking tiket pesawat. Semoga urusannya dipermudah n cepat berangkat .Allahuma amien.  | Scribd | Feb 17, '09 4:35 AM for everyone |
Jika kita mengingat beberapa tokoh ternama Islam yang tidak hanya diakui kegeniusannya oleh orang Islam saja melainkan diakui juga orang-orang barat maka salah satunya kita mengenal Ibnu Sina. Nama lengkapanya adalah Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā. Di barat beliau mashur dengan nama Avicenna. Ibnu sina lahir pada tahun 370 (H) / 980 (M) di afsyhana daerah dekat Bukhara, kota kecil sekarang wilayah Uzbekiztan bagian dari Persia (sebutan lama Negara Iran). Ayahnya termasuk pembesar pemerintahan dinasti Saman. Sejak kecil beliau memiliki kelebihan dibanding teman-teman seumurannya. Saat umur 5 tahun, beliau sudah hafal Alquran dan ketika berumur 10 tahun telah mempelajari berbagai ilmu agama Islam. Sebelum mempelajari ilmu kedokteran terlebihdulu beliau mempelajari ilmu-ilmu filsafat dan logika. Seseorang yang dijadikan guru dan pembimbingnya adalah Abu Abdellah Natili. Dari sini Ibnu Sina mulai belajar ilmu logika dasar sehingga sedikit demi sedikit beliau semakin menguasai bidang ini. Setelah gurunya pindah Ibnu sina mulai melebarkan sayap dengan mempelajari filsafat dan metafisika. Karaya-karya Aristoteles dan Plato serta pemikirannyalah yang dijadikan rujukan sebagai bahan pendalaman materi mengenai filsafat dan metafisika. Dari awal memang Ibnu sina diakui sebagai orang yg genius. Meskipun tidak semua ilmu didapat dari seorang guru beliau lebih sering mendalami sebuah ilmu dengan cara otodidak. Namun pernah suatu ketika beliau harus terpaku menunggu untuk beberapa waktu ketika mempelajari metafisika milik Aristoteles. Meskipun telah dibaca berulang-ulang sebanyak 40 kali sampai-sampai kata-kata yang ada di buku hampir hafal namun pokok isi buku itu belum terpecahkan juga. Akhirnya setelah membaca buku karangan alfarabi mengenai penjelasan latar belakang filosuf Aristoteles yang berjudul Agradhu kitab ma waraet thabie’ah li li Aristho beliau langsung bisa memahami inti dari buku tersebut. Sebagai rasa hormat dan balas jasa Alfarabipun selanjutnya dijadikan sebagai gurunya. Avicenna hidup dilingkungan penganut syi’ah Ismaili. Termasuk ayahnya juga pengikut golongan tersebut. Namun Ibnu Sina memiliki kepribadian yang mandiri. Otak dan cara berfikirannya tidak terpengaruhi dengan lingkungan sekitar saat itu. Sehingga beliau memiki pandangan yang berbeda dengan lingkungan bahkan dengan bapaknya sendiri. Otak geniusnya terus berjalan menemukan ilmu-ilmu baru dan memecahkan berbagai macam persoalan yg belum terpecahkan oleh orang lain Disaat anak-anak sebayanya masih senang bermain, Ibnu sina sudah gemar dengan sair-sair Persia. Setiap bertemu dengan seseorang yang dianggapnya mempunyai kemampuan maka ibnu sina langsung belajar dari orang tersebut seperti saat beliau belajar aritmatika. Beliau mendapatkan ilmu tersebut hanya dari seorang tukang sayur yang tidak lain kesehariannya di pasar. Saat umur 16 tahun beliau mulai mendalami ilmu kedokteran. Ilmu yang diperolehnya sedikit demi sedikit langsung diamlakan dengan membantu pengobatan para orang sakit. Di saat inilah Ibnu sina mencuatkan beberpa penemuan berkenaan dengan masalah medis. Karena disamping beliau membantu pasien dalam penyembuhan beliau juga mengadakan penelitian ketika menemukan fenomena-fenomena baru. Beliau memang gemar dan juga gigih ketika meneliti suatu persoalan sampai beliau menemukan jawabannya. Beliau dikenal gemar untuk memecahkan sebuah persoalan karena menurutnya kebahagian yang luar biasa ketika masalah tersebut terpechakan kemudian segera mungucapakan syukur kepada Allah swt. Sebelum Ilmuwan barat menemukan beberapa teori, Ibnu sina telah mendahuluinya lewat otaknya yang genius. Beliau menemukan beberapa teori khusunya di bidang medis meskipun banyak juga penemuan-penemuan beliau di luar bidang ini. Diantara teori yang dicetuskan oleh beliau adalah mengenai peredaran darah manusia yang kemudian sekitar enam ratus kemudian ilmu tersebut dikembangkan oleh ilmuwan barat, beliau juga menemukan obat untuk beberpa penyakit tertentu seperti radang selaput otak dengan bahan-bahan nabati. Selain itu juga beliaulah orang yang pertama mengadakan pembedahan terhadap penyakit bengkak yang parah kemudian menjahitnya. Masih ada lagi bahwa ternyata Ibnu sina telah mempraktekan cara penyembuhan sakit jiwa dengan metode psikoterapi yang sampai saat ini teori ini masih eksis diterapkan di penjuru dunia. Sebelum berumur 17 tahun Ibnu sina telah dikenal sebagai tabib handal yang diakui oleh masyarakat saat itu. Bahkan kecerdasan beliau melebihi para dokter dimasa itu yang umurnya jauh diatasnya. Sehingga di umur 17 tahun beliau dinobatkan sebagai bapak dokter nomer satu saat itu. Kehebatannya terbukti ketika diminta pihak kerajaan untuk menyembuhkan Raja Nuh bin mansur yang sedang menderita sakit. Sudah beberapa tabib tidak sanggup mengobati sakit yang diderita oleh sang raja namun tibalah giliran Ibnu sina dipanggil untuk menyembuhkannya. Berkat kemampuannya yang sudah diakui akhirnya sang rajapun sembuh lewat perantara ibnu sina. Pihak kerajaan merasa senang dan bangga karena ada seorang yang memberi lantaran kesembuhan sang raja. Atas jasa Ibnu Sina maka pihak kerajaan berkeinginan untuk memberi sebuah penghargaan kepada beliau namun Ibnu sina lebih memilih untuk diberi akses masuk ke perpusatakaan kerajaan yang langka. Perpustakaan itu hanya dimasuki oleh orang tertentu saja bukan sembarang orang. Di dalamnya terdapat dokumen-dokumen purba yang tidak ada selain di tempat itu. Juga terdapat naskah-naskah penting dunia. Sang genius kelahiran persia itupun gembira karena telah mendapat kesempatan yang langka seperti ini. Bak orang yang haus akan air ketika menemukan air langsung meminum sepuasnya. Begitu juga Ibnu sina yang haus akan ilmu, maka ketika diberi izin untuk masuk ke perpustakaan beliau menghabiskan waktunya hanya untuk membaca. hampir semua ilmu yang ada di dalam perpustakaan itu beliau kuasai. Memang tak selamanya manis. Selang beberpa waktu perpustakaan yang sebelumnya Ibnu sina diberi izin untuk masuk tiba-tiba terbakar. Banyak timbul fitnah bawasannya Ibnu sina membiarkan terbakar agar jangan sampai orang lain berbagai ilmu yang ada di dalamnya selain beliau. Fitnah itu muncul dari orang-orang yang tidak senang dengan beliau. Waktu pun terus berlalu, sedang ibnu sina tak pernah peduli dengan suara-suara sumbang dari orang lain. Karena memang selain beliau gemar membaca belia juga produktif dalam penulisan. Waktunya dihabiskan hanya untuk membaca dan menulis. Ada dua jenis hasil tulisan Ibnu sina. Pertama adalah kitab yang berjilid-jilid seperti karya monumentalnya alqonun fi attib dan Assyifa ditulis ketika beliau menetap disuatu tempat. Salah satu tempat yang dijadikan untuk berkarya adalah Hyrcania. Adapun jenis kedua dari karyanya dalah risalah atau maqolah yang ditulis dalam perjalanan ketika menemukan sebuah inspirasi. meskipun beliau sering pindah dari temapat satu ke tempat yang lain namun aktifitas menulisnya tetap berjalan sampai-sampai karyanya berkisar sekitar duaratuslimapuluhan. Salah satu karyanya yang diakui dunia adalah alqonun fi al-tib. di barat lebih dikenal dengan canoon of medacyne atu undang-undang pengobatan. Buku ini sudah dipakai berabad-abad yang lalu oleh universitas-universitas barat. Sampai saat ini buku ini sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan telah dijadikan rujukan di berbagai Universitas terkenal. Karya-karya Ibnu sina yang lain yang tak kalah dari perhatian public seperti As-Shifa, An-Najat dan yang bergenre filsafat. Assyifa merupakan ensiklopedi filsafat yang didalamnya terdiri dari logika, matematika, fisika, dan metafisika. An-najt adalah ringkasan dari Assyifa. Dan masih banyak lagi karya-karya beliau yang melengkapi di perberbagai perpustakan ternama. Kesibukannya menulis ternyata membuatnya lalai dengan kondisi kesehatannya sendiri. Beliau sakit parah di usia 58 tahun dan ketika itu pula beliau dijemput untuk mengahadap Rab pencipta alam. Wafat pada tahun 1037 M /428 H di Hamadan, tempat dimana beliau menghabiskan waktunya untuk menulis setelah bersafari ke berbagai tempat. Tidak sepatutnya kita hanya bisa membangga-banggakan sebuah sejarah kegemilangan yang dimiliki Islam. Yang patut kita lakukan adalah semoga kita bisa menjadi penerus kegemilangan sejarah itu.WALLAHU A’LAM BISSAWAB. Co2 Ruslan St. syawal 1429 H/2008 Dua hari yang lalu ketika bepergian ke Kairo mengahdiri undangan acara almamater DU dan almamater ponpes sejombang, saya mengalami dua kejadian yang dibaliknya ada sebuah hikmah yang tersimpan. Dua kejadian yang kronologinya hampir mirip meskipun dalam dua kejadian yang berbeda dan dalam tempat dan waktu yang berbeda pula.
Pertama, Saat aku pulang dari masjid sehabis solat taraweh tiba-tiba kedua mataku tertuju pada sebuah apotik. Didalamnya menjual berbagai macam obat-obatan dan juga berbagai alat kosmetik, dari sabun mandi sampai ke barang-barang yang aku gak paham cara pemakaiannya. Sementara ketertarikan kedua mataku tertuju ke apotik itu karena disebabkan ada kebutuhan yang dengan toko tersebut kebutuhanku tercukupi, yaitu beli sabun pencuci muka. Dalam hati "alhamdulillah wah momen yg tepat ni" karena memang sudah berhari-hari aku nggak sempet untuk beli sabun itu.  Beberapa hari yang lalu aku disibukkan dengan beberapa ekor tikus yang berkeliaran di dapur rumahku. Tikus itu kurang ajar banget. semua yang ada di dapur baik yang berupa bahan mentah untuk dimasak ataupun yang sudah siap dimakan ludes jika naruhnya asal-asalan. Satu ayam bakar terkadang tau-tau udah tinggal beberapa tulangnya tersisa di pojok kamar mandi. Tomat, cabe, terong dan sayur-sayuran lainnya pun ikut disikat. Anehnya si tikus itu tak hanya bergerilya di tempat-tempat terbuka.namun juga sampai ke dalam lemari es. Aku sudah berusaha untuk menutup serapat mungkin pintu lemari es itu namun tetap saja masih bisa dibobol. Salut. Sampai saat ini aku masih belum menemukan cara untuk membasmi tikus-tikus itu. Beberapa minggu yang lalu aku pernah memasang jebakan tikus yang aku taruh di bawah meja. Beberapa kali saya pasang beberapa kali pula tak sukses jebakan itu menangkap seekor tikus pun. Umpan di dalam jebakan tikus itu habis namun tikusnya masih selamat. Kalah cepet sama larinya kali. Tapi setelah beberapa kali percobaan akhirnya kemaren sempet dapet satu ekor tikus seukuran babon. Pas saya balik dari rumah temen tiba-tiba ada seekor tikus yang terjebak. Aku bingung tikus itu mau aku apakan. Dengan cara apa aku akan membunuh tikus itu biar nggak terkesan sadis. Ternyata aku masih punya rasa belas kasihan pada seekor binatang yang tiap hari bikin aku jengkel. Namun belas kasihanku tidak pernah dirasakan ama sang tikus itu.(emang mereka bisa mikir apa? yg penting kan puas) dasar binatang.ha ha ha.Pelajaran pertama "jadi manusia jangan hanya mencari kepuasan semata kalo nggak mau disamakan tikus-tikus di dapur itu". Eh, setelah aku biarin di dalam jebakan itu ternya tikus itu masih hidup dan tiba-tiba hilang. Entah kemana larinya padahal menurutku nggak ada satu lubang pun yang memberi peluang tikus itu untuk kabur. Ah jangan-jangan itu, tikus jadi-jadian (ah mana ada hari gini tikus macam itu. Itu kan cerita tempo doeloe). pelajaran kedua " jangan suka mengada-ngada bicaralah yang pasti pasti saja!". Tikus memang memiliki insting yang tajam sekali sehingga kita susah untuk menangkapanya. Bayangkan baru saja aku menginjakkan kaki untuk menuju ke dapur eh mereka sudah pada kebirit-birit lari mencari tempat perlindungan. Ada yang lari kebawah meja, masuk kedalam lubang, merayap kemudian menuju ke sebuah jendela, dan lucunya ada seekor yang kebingungan mau lari kemana. Jadi pas saya masuk tikus itu masih ada di depanku dengan mengangkat keduan kakinya yang depan.persis seperti salah satu adegan saat jerry hampir ketangkap sama tom. Sampai sekarang aku dan beberapa tikus itu masih kucing kucingan. Dapur rumahku bukan hanya milikku tapi juga milik beberapa pemangsa segala itu. Saat aku ke dapur mereka kabur dan saat aku nggak ada di dapur mereka takabur. Tobatlah wahai tikus-tikus !mumpung masih bulan Ramadhan...!ha ha ha Teramat prihatin
Tanah airku yang suci kau kotori
Tangan-tangan jahil dan otak-otak keparat
Pikiran yang picik
Adopsi kalimat kebebasan
Sok baik hati tapi ada maksut tersembunyi
cukup cukup......! jangan kau teruskan
Ya rohbaitak...........................!
Apa yang kau mau dari islamku
Apa juga untungmu
Nafsu berkuasa atasmu
Pernah berfikir gak sih
Bulshit dengan kebebasan
Bulshit dengan kemanusiaan
manusiakan dulu orang lain
Kalau mau bicara kemanusiaan
Tak kubiarkan kau nodai petunjukku
Nggak akan pernah kuampuni
Kubela dan terus kubela
Walu sampai mati. |  | Hari jumat tanggal 1 februari 2008 kemaren DPD PPMI Tanta mengadakan talk show bersama Habiburrahman elsyirazi di tanta. Kebetulan memang saat itu kang abiq dan para penulis2 terkenal Indonesia lainnya mengadakan perjalanan ke mesir dengan tujuan tertentu dan tak lupa khusus kang Abiq menyempatkan waktunya untuk mengunjungi kami. Orangnya sangat asik.kalo mendengar tutur katanya memeng selain dikenal sebagi seorang novelis tapi beliau adalah sosok yang bersahaja wa huwa Al'alim.
Gak begitu banyak waktu yang diberi kesempatan kepada kami untuk tanya jawab disebakan mepet dengan waktu salat jumat. Selain itu juga dikarenakan kedatangan beliau beserta rombongan lumayan telat. Jadwal sampai jam sembilan tapi malah kesasar dan akhirnya tiba sekitar jam sebelas siang. Karena audience merasa tidak puas maka kami mengajukan permohonan untuk menambah waktu untuk diteruskan setelah selesei salat jumat. Tapi tetep nggak bisa karena memang jadwal kang Abik beserta rombongan bukan cuman datang ke Tanta saja melainkan masih ada tempat lain yang belum dilunjungi. |
Mungkin itulah salah satu kalimat yang cocok untuk meyakinkan orang-orang yang menganggap bahwa organisasi itu berseberangan dengan nilai akademik. Sekelompok orang atau beberapa individu ada yang beranggapan bahwa ikut aktif di sebuah organisasi dapat mngganggu aktifitas study mereka. Malahan ada yang menganggap bahwa ikut aktif di sebuah organisasi tidak lain hanya sekedar kumpul-kumpul, ikut-ikutan dan membicarakan suatu topic tertentu yang mneurut mereka tidak berguna sama sekali. Dari situ mereka mengambil kesimpulan bahwa alangkah lebih baik jika hanya berfokus dalam study saja dan abaikan saja apa itu yang namanya berorganisasi. Dari sini kita dapat menangkap seklumit fenomena yang tentu saja tdak sesuai dengan asas dan tujuan dari organisasi itu sendiri. Selain itu juga apakah ada hubungan keterkaitan antara kebutuhan berorganisasi dengan akademik. Untuk menjawab hal ini kita harus mngerti dulu apa itu sebenanya organisasi dan bagaimana praktek pelaksanaan yang benar di dalam organisasi itu. Nah kalau kita sudah bener-bener tau, sudah barang tentu kita tidak akan tergolong sekelompok orang –orang yang menilai negative tentang berorganisasi. Pertama, seperti yang kita ketahui organisasi merupakan sekelompoak orang atau suatu komunitas tertentu baik yang berlatar belakang pendidikan ataupun umum yang memiliki dasar yang jelas untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya yang ada disekitar kita, Kekeluargaan. Organisasi ini berdasar pada kesamaan asal kedaerahan. Biasanya oraganisasi seperti ini berdiri berkat rasa cinta dan memiliki mereka terhadap daerah asal kelahirannya. Dan biasanya hanya berdiri ketika keberadaan mereka di luar asal kelahiran mereka itu. Adapun tujuannya tentu saja pertama untuk tetap menjalin silaturrahmi dan juga untuk menunjukkan bahwa ini lo daerah ku !. Ini hanya salah satu contoh kongkrit dari sebuah oraganisasi dan tentunya masih banyak lagi yang lainnya. Dari pengertian organisasi sendiri kita dapat mengambil satu point penting yaitu kata sekumpulan atau sekelompok. Tentu sebuah orgnisasi tidak lepas akan hal itu. Bagaimana tidak, apa mungkin organisasi hanya dianggotai oleh satu individu saja. Kalau seperti itu namanya bukan organisasi tetapi sendiriisasi. Bagaimana kok sampai ada orang yang menganggap organisasi bukanlah suatu yang penting sedangkan kita tahu bahwa sebuah organisasi pasti di dalamnya terdiri dari sekelompok orang yang berbeda latar belakang, watak, pengetahuan, serta pengalaman dan lain sebagainya. Dengan keragaman dari sekelompok orang tersebutlah justru kita bisa memperoleh satu segi positif dari berorganisasi. Coba pembaca silahkan berfikir sejenak, jika ada sekelompok orang saling bertukar fikiran, beradu argument, saling memberi masukan satu sama lain dan saling mengisi jika ada kekurnagan diantara kedua pihak tersebut. Nah secara tidak langsung kita akan memperoleh nilai plus dari keikutsertaan dalam sebuah komunitas tersebut kan ! daripada kita mengotak-atik suatau hal menurut ide dan pendapat kita sendiri malah itu belum tentu benar. Disamping itu, masih dalam artian sekumpulan. Satu point lagi yang harus kita tahu. Jika dalam sebuah komunitas menyepakati suatu perkara yang sebelumnya menjadi perbedaaan diantaa mereka, tentu saja kesepakatan itu lebih diperhitungkan dan dipertimbangkan daripada hanya berasal menurut pendapat seorang saja. Sehinga kita tahu sebuah ijma’ dari ulama malah menempati urutan ke tiga sebagai dasar hukum di dalam Islam setelah AlQuran dan Hadits yang tentu saja kesemua itu tidak lepas karena ijma’ ulama adalah sebuah kesepakatan umum yang semua anggotanya harus setuju. Dan organisasipun tidak lebih memiliki kandungan makna yang seperti itu. Kembali kepada topik semula, menurut hemat penulis antara akademis dan kebutuhan berorganisasi itu memiliki hubungan erat. Kalau dalam istilah biologi mungkin simbiosis mutualisme yaitu hubungan dua unsur yang satu sama lain saling menguntungkan. Kenapa seperti itu, karena memang antara oraganisasi dan akademik adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Edukasi merupakan asas dan pondasi untuk dapat bisa berperan aktif dalam sebuah oragnisasi. Berorganisasi tanpa memiliki dasar penddidikan yang cukup akan timbul anggapan berorganisasi cuman sekadar grubyak-grubyuk atau ikut ikutan saja. Kalau kita sudah mengetahui bagaiman pentingnya nilai edukasi dalam ikut berperan aktif dalam sebuah oraganisasi, terus bagaimana imbal baliknaya. Tentu saja ada. Kan sudah penulis sebutakan bahwa ibaratnya adalah simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. Jadi imbal balik organisasi terhadap akademik adalah merupakan realisasi atau penerapan dari yang semula belajar di bangku sekolah atau kuliah kemudian di peragakan secara langsung di lapangan. Kita juga akan mendapatkan banyak pengalaman bagaiman cara kita brsosialisasi dan bermsyarakat yang baik. Dan tentu saja pelajaran itu dapat kita peroleh hanya jika kita berorganisasi. Seprerti itulah keuntungan diantara keduanya yaitu saling mengisi dan melengkapi. Kalau diawal disebutkan bahwa ada sekelompok orang yang beranggapan ketidakpentingan berorganisasi lebih disebabkan oleh topik yang dikaji hanya hal-hal yang diluar dari seperti apa yang mereka dapatkan dibangku kuliah. Akan tetapi hemat penulis jusru hal yang seperti itulah yg malah bisa menopang dan menambah pengetahuan serta pengalaman bagaiman cara kita berinteraksi dan bersosialisasi yang baik dengan masyarakat. Akan tetaapi ada satu hal yang perlu diingat. Kita yang saat ini bersetatus sebagi mahasiswa haruslah pandai-pandai menyeimbangkan antara berorganisasi dan study. Jangn sampai kita berat sebelah. Dalam artian cuman mementingkan organsasi saja atau Cuma edukasi saja. Tapi usahakan kita mampu mengatur sebaik mungkin dan sedemikian rupa supaya kita dapat mengambil manfaat dari kedua hal tersebut. Kalau sudah seperti itu insyaallah akan sukses study sukses juga berorganisasi. Terus bagaimana tip-tip atau metode untuk bisa seperti itu? Kalau masalah itu nanti akan kita bicarakan lagi dalm kesepatan lain. Tetep semangat dan istiqomah kawan….! 
Setelah ujian termin 2 selesei berarti saatnya hari libur. Liburan musim panas tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadahan. Disusul kemudian hari raya Idul Fitri 1428 yang masih tetap dalam suasanahari libur. Kini setelah kurang lebih H +10 sekolah-sekolah, kampus,kantor mulai aktif alias masuk kembali. Disana-sini terlihat para siswa dan sisiwi juga mahasiswa berlalu lalang sambil sedikit terburu-buru untuk masuk kembali ke sekolah masing-masing. Hari yang sedikit panas meski sudah mulai masuk musim dingin tapi itu tidak mengganggu aktifitas keseharian para siswa dan para pekerja. Tahun ini musim dingin agak lumayan molor dari biasanya. Kalau tahun kemaren akhir bulan oktober udah harus pake pakaian yang tebel. Karena memang semakin hari maka semakin mundur proses pergantan musim. Kalau aku mending musim panas ketimbang musim dingin karena gak usah capek-capek pake pakaian tebal, gak usah pake selimut kalu tidur dan kalau berpakaian simple aja pake kaos oblong udah beres. Hari pertama masuk kuliah dan hari pertama mengikuti muhadarah mingggu kemaren. Kesannya biasa-biasa aja. gak ada yang istimewa. Tapi tahun ketiga anak-anak mesir udah gak reseh lagi kayak tahun pertama & kedua. Kalau di tahun pertama dulu anak-anak mesir biasanya suka nanya-nanya hal-hal yang gak penting lah, pokoknya SKSD. Tapi ada hikmahnya juga coz dari situ kita bisa belajar ngomong amiah. Yaitu bahasa keseharian yang dipakai masyarakat. Aku aja yang udah disini 3 tahun berjalan tapi ngmong aja masih kadang mikir dulu. Ya bagaimanapun memang di setiap hal pasti ada hikmahnya. Ada kesan lain saat pertama masuk ke gedung muhadarah. Semua temenku hanya orang mesir yang anak indonesia cuman aku. sebenarnya ada satu lagi teman aku yang sama-sama dari Indonesia gak tau hari itu dia pas gak masuk. Mungkin masih banyak lagi cuman hari itu yang orang asing cuman aku aja. Yah........emang masuk pertama gak ada kesan yang aneh-aneh cuman itu aja. tapi gak tau habis ini. kan perjalanan masih panjang. Moga tahu ini bisa ngikuti pelajarannya. and moga aj gak tambah males. karena semakin hari makin ada aj cobaannya. Bismillah twakkaltu 'allAllah.... 
Nggak terasa bulan yang penuh ampunan telah meninggalakan kita. Kita boleh seneng-seneng lagi karena mulai hari ini bisa sarapan pagi lagi. Tapi yang tidak boleh dilupakan benarkah kita ditinggalkan bulan ramadhan dengan menyisakan kenangan yang indah ataukah justru malah sebaliknya. Mari kita muhasabah diri kita masing-masing. Sungguh memang penyesalan datangnya belakangan. Rasanya dari segitu besar anugerah yang Allah berikan di bulan suci itu, kita baru bisa mengambilnya secuil saja. Ya, moga saja apa yang telah kita perbuat selama bulan itu meski sekecil apapun dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah. Dan semoga kita masih dipertemukan kembali dengan bulan ramadhan yang akan datang. Yang tentunya tahun depan moga aja lebik baik dari pada tahun ini. amien. "Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. La ilaha illallah. Allahuakbar. Allahu Akbar walillahilhamdu" Rasnya kepengen nangis kalau mendengar suara takbir tersebut. Tahun ini rasanya emang beda dari tahun-tahun kemaren. Entah, apa mungkin karena semakin lama gak ketemu sanak famili kok jadi tambah rindu. Bahkan semalem sebelum aku tidur, sambil mendengarkan takbir gak terasa air mata tiba-tiba keluar. Sudah sekian lama aku gak nangis. Aku bener-bener heran kok sampek bisa nangis. Meski aku cowok aku kira itu wajar-wajar aja. Karena saat-saat ini adalah momen2 kumpul bareng keluarga. Yang mana bisa saling bertukar cerita bilamana angota kelurga ada yang datang dari jauh. Sedangkan saya kini jauh dari ibu dan bapak. Aku hanya bisa berlebaran bersama teman-teman seperjuangan. Tapi yang bikin beda di lebaran kali ini, aku bisa bangun lebih awal untuk persiapan salat Ied. Kemudian aku juga bisa mengikuti salat di masjid Badawi yaitu masjid dari salah satu wali kutub "Sayid Ahmad Badawi" yang terletak di bagian barat negara mesir. Cukuplah untuk melampiaskan kekecewaan karena memang lumayan rame ketimbang masjid-masjid yang lain. Berabeda denagan lebaranku tahun-tahun kemaren. Setiap hari raya gini aku mesti bangunnya telat kemudian tergesa-gesa. Pernah juga gak sempat ganti pakain gara-gara gak dapat kunci. Bahkan saat aku pertama tiba di sini gak sempat ikut salat Ied coz salah informasi. Infonya sih mo salat Ied barEng di Cairo. Eh ternyata kita berangkatnya sesudah salat Ied di sini. Jadi telat deh. Pokoknya tahun ini lumayan asyik. Dilain hal aku ener-bener kangen ama keluarga terutama Ibuk. Meski kalo di rumah aku sering di marahi tapi saat kita jauh justru malah kangen dengan advice-advice beliau. Karena itu semua adalah bukti dari cinta dan sayangnya kepada kita. Aku inget kalau hari raya seperti ini biasanya ibu pagi-pagi udah masak. Meski sebenernya capek tapi masih terlihat bungah. Lebih-lebih aku yang suka bangun telat , Sambil masak,Ibu gak bosen-bosen bangunin aku sampek aku bener-bener bangun. Betapa besar pengorbananmu Ibu. Aku tak sanggup membalasnya. Setelah selesei, masakan tersebut dibawa ke masjid untuk dimakan para jamaah bersama-sama. Suasana kebersamaan terlihat saat orang-orang saling bertukar makan kemudia kita lahap juga di tempat itu. Bener-bener kebersamaan itu indah. Tapi kini tinggal kenangan. Aku ingin cepat pulang. Aku ingin membantu ibuku yang tak kenal lelah. aku ingin bertemu dengan kenangan-kenanganku yang selama ini aku tinggalkan. Ibu ! di hari kemenangan ini, izinkan aku meluapkan rasa rinduku tapi hanya melalui doa. izinkan pula aku untuk menyampaikan permohonan maafku atas segala dosaku. meski tangan tak berjabat mata tak bertatap dan kata tak terucap tapi bener-bener dari hati yang terdalam, somoga engakau memaafkanku dan meridhoi atas segala jalanku ibu aku rindukan kasihmu..... Media merupakan salah satu sarana yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Orang akan mengerti perkemabangan melalui media. Baik itu melalui media cetak ataupun media masa yang lainnya. Bahkan eksisnya suatu media dapat ikut menyokong tetap berdirinya suatu insatansi. Makanya banyak kita temukan lembaga-lemabaga yang sudah lumayan besar biasanya memiliki media tersendiri. Selain dari pada itu masyarakat akan lebih cepat memperoleh informasi terkini berkat adanya media masa. Bahkan di wlayah-wilayah yang lumayan terpelosok pun saat ini sudah banyak kita temukan sumber-sumber informasi tersebut. Diantaranya adalah televisi. televisi sangat memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. misalnya sikap meniru berbusana kaum remaja lebih dapat dipengaruhi karena mencotoh yang ada di televisi.
Akan tetapi tidakkah ada dampak negativ dari media tersebut? tentu saja ada. Apa lagi seperti yang kita ketahui saat ini media-media sangat mengekspose acara-acara yang menurut penilain saya justru berdampak kepada perilaku si penontonnya. Misalnya saja sperti yang kita ketahui di negara kita sendiri saat ini, banyak kita temukan setasiun-satasiun tv swasata yang bersaing dalam mempertontonkan berita-berita kriminal. Kemuadian di lain segi berbagai jenis kejahatan semakin hari semakin meraja lela dan kian bermacam-macam. Mulai dari dari pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, perampokan, ataupun pemakain obat terlaranga dan masih banyak lagi yang lainnya.
Mau gak mau itu harus diakui. Karena secara tidak langsung jenis-jenis acara itu sebenernya mempengaruhui dan seakan memberikan contoh untuk berbuat seperti itu.
 | Category: | Movies | | Genre: | Romance |
Lagi-lagi ini adalah film romantis tapi ada yang kurang yaitu kurang kocak. Aku memang doyan film yang romantis tapi lebih keren lagi kalo ada komedinya. Menurutku terasa belum lengkap kalo belum ada humornya.
Cerita awalnya adalah seorang presenter perakiraan cuaca di sebuah stasiun televisi tiba-tiba mengalami kecelakaan. Setelah itu ada sedikit gangguan pada ingatannya. Dia mencari sesorang cewek pujannya yang disebutnya sebagai "rainbow". Dia terus-terusan mencari cewek misterius itu. Karena merasa butuh bantuan dalam pencarian itu akhirnya dia menghubungi teman-temannya waktu sekolah dulu karena saat ini semua teman-temannya sudah pada kerja dan berlainan tempat.Lebih dari itu ada seorang cewek yang selalu setia menemani dan terus membantu untuk menemukan cewek misterius itu. Eh ternyata endingnya malah yang dicari-cari itu ternyata adalah temennya sendiri yang selama ini membantu untuk menemukan cewek yang dicari-cari itu. wis lah  Sebelum baca gak boleh ngeres dulu ya. M disini adalah singkatan dari Medium. Yaitu ukuran pakaian yang biasa aku pakai.
Sekedar pengen mengabadikan saja kenapa kok harus ukuran medium untuk selamanya. Jadi ceritanya begini. Seingat aku ni ya. Semenjak aku masuk bangku SLTp biasanya ibukku kalo beliin baju ukurannya adalah medium. Karena memang disesuaikan ama postur badanku yang konon katanya sih agak dikit keceng he he. tapi jangan bilang siapa-siapa ya....
Setelah aku lulus dari SLTP dan masuk ke jenjang berikutnya ternyata setiap Ibu membelikan pakaian lagi-lagi masih dengan ukuran yang sama. Begitu pula saat aku beli pakaian rasanya gak srek klo ukurannya bukan Medium. Ya memang ukurannya kali ya. Bahkan kini sampai aku menginjak bangkau mahasiswa ternyata pakain-pakainku ternyata masih relefan. jadi kalo pengen make baju-bajuku tempo doeloe masih pantes aja.
Pengen sih berubah biar gak monoton. Tapi kalo memang harus begitu ya gak masalah juga sih yang penting tetep mecing. Dan tetep harus banyak-banyak bersyukur karena masih banyak tetanga-tetangga kita yang kesusahan mencari pakaian.
Alhamdulillah...  | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Ceritanya sederhana. Lakon utamanya adalah cewek ABG yang mengidap penyakait hati. Sebelum dioperasi si cewek mempunyai permintaan terakhir untuk menghabiskan summernya bersama kakaknya yang sayang banget sama dia. Nah lucunya first kiss si cewek itu ternyata telah diambil kakaknya sendiri tersebut sewaktu dia masih kecil. Dan pas summer tersebut ketemulah dia dengan seorang cowok cakep yang tidak lain adalah seorang dokter yang merawatnya. Terus bagaimana endingnya aku sendiri belon nonton silahkan coba dicek di web ini www.crunchyrool.com   | Buku Tamu | |
 | salam kang gih saking madufm |
 | thanks atas kunjungan ke site sayah,,... salam kenal balik :) |
 |  Sadarku, momentum bangsa Indonesia melintasi simpul-simpul sejarah penting tahun ini. Peristiwa itu adalah 100 tahun Kebangkitan Nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, dan 10 tahun Reformasi, serta 63 tahun Proklamasi Kemerdekaan. Sebagai pewaris sejarah bangsa, jadikan momentum 100 tahun kebangkitan nasional sebagai mata rantai yang tidak terpisah dari tonggak-tonggak sejarah bangsa untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan; tidak hanya bagi generasi senja, tapi juga generasi muda pemilik sah masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Merdeka! Merdeka! Merdeka! Bersama kita bangun Indonesia Bangkitlah Indonesiaku... Merdeka! Merdeka!  |
 | hai hai.. Come Visit My Online Shop, Click www.lennashop.com..
Come visit and you will see many items that you can buy. We are based in Indonesia and Shipped Items Worldwide.
Please dont hesitate to contact me on my Yahoo Messenger.lennajohan  or you can E-mail me on lennajohan@yahoo.com www.lennashop.comHappy Shopping... |
 | Assalamu'alaikum mas,untuku loro iki loo,piyeeeeee ikiiiiiiii?? |
 | met soreeee anggi mampir lagi nich bawa pecel ama tempe goreng buat buka puasa entar |
 |
rizco wrote on Sep 30, '07 |
 | assalammualaikum....... anggi mampir bentar numpang berteduh diluar panass banget |
 | assalamu'alakum. terima kasih atas kunjungannya di buku tamu saya. salam kenal dari bekasi. di thanta ya? |
 | ada bang Jouzi yg ahli akupuntur ntu... akhwatnya cuma ada dua aja seh, itu pun cuma satu yg sering ol di ym.. itu pun dulu.. :( |
 |
rizco wrote on Aug 26, '07 emang gak da ya yang pandei di cairo ? tu akhwat seorang ja ato rame-rame?klo rame2 gak masalah. |
 | ane di kairo, di tajammu awal.. ga punya teman belajar nihongo neh... ada juga tapi akhwat..sulit... ta add yak..?? |
 |
rizco wrote on Aug 25, '07 walaikumsalam. hai, watashi azuharu no daigakusei desu. bener gak? :D ya udah. sukron mo mo replay. tinggal dimana ni? |
 | assalamualaikum.. azuharu no daigakusei ne? he he dah terima e mail ane kan.. ^_^ |
 |
rizco wrote on Aug 16, '07 |
| |